Nasehat Ibu Tentang Laki-Laki

Aku yang sedang asik berselancar di salah satu aplikasi bacaan, Quora, saat itu tiba-tiba teringat dengan satu memori sebab satu pertanyaan yang memantik,

"Nasehat apa yang diberikan Ibumu tentang laki-laki ?"

Sebelumnya, karena nasehat ini cukup banyak memberikan kontribusi terhadap pertimbanganku untuk menikah, dan alhamdulillah rasanya putusanku tidak salah, maka dari itu ingin sekali membagikannya yang mungkin juga bisa menjadi bahan pertimbangan kamu.

Langsung ajaa.......

Yang pertama, kalau "harus" memilih antara mencintai atau dicintai, maka pilihlah dicintai. 

Aku bukan tipe yang suka menchallege diri dengan hal yang teramat sulit, emmm tapi mungkin lebih tepatnya tidak lagi menjadi tipe demikian. Misal dengan berkeyakinan bisa merubah seseorang atau perasaannya. Semacam keniscayaan, walaupun masih ada kemungkinan, kecillll sekali. Karena yang mencintaimu, insya Allah akan menjadikanmu ratu. Tapi yang kamu cintai, belum tentu.

Kedua, laki-laki yang benar mencintai akan membuat jalan menuju kamu.

Steve Harvey dalam kanal youtubenya pernah berkata "men are hunters when it comes to dating & marriage". Sejalan dengan peribahasa "gunung tinggi kan kudaki, lautan dalampun kuseberangi'. Yap, begitulah laki-laki kalau sudah berkeinginan. Dan dari sini semestinya sangat menjadi petunjuk untuk jawaban dari kenapa dia tidak begitu berjuang.

Kepada laki-laki lihatlah perilakunya, bukan perkataannya.

Berapa banyak perempuan yang "tertipu" oleh bujuk rayu. Bahkan ada satu kasus seorang istri menggugat cerai suaminya untuk laki-laki yang mengaku anggota polisi yang menjanjikan pernikahan setelah ia bercerai. Tapi bukan pernikahan malah kerugian teramat yang didapat karena laki-laki itu kabur dengan membawa perhiasan si perempuan setelah mereka berhubungan badan. Na'udzubillah.

Atau kisah perempuan yang memilih bertahan setelah kasus perselingkuhan dengan kalimat damai "aku janji bakal berubah, aku engga akan ulangi, hanya kamu yang aku inginkan" sambil diiringi air mata  manusia yang tidak merasa berdosa.

Pada perkataan, aku sayang kamu. lihat, apa yang lebih sering dia pilih antara temannya dan kamu ?

Pada perkataan, kamu prioritas aku. Apakah dia bersedia mengganti jadwalnya dilain waktu untuk kamu ?

Pada perkataan, aku setia sama kamu. Apakah dia sudah menjadikan kamu pusat perhatiannya ?

Dan masih banyak lagi. Intinya perlu ada kesesuaian antara apa yang dikatakan dan perilaku yang tampak.

Sebelum menikah, nilailah laki-laki dengan logika. Setelah menikah, curahkanlah perasaanmu penuh seluruh untuknya.

Dalam tahap "memilih" perlunya mengesampingkan perasaan. Netralkan perasaan. Carilah informasi sebanyak dan seakurat mungkin. Tentang dirinya, keluarga bahkan sampai bagaimana relasi antara ayah dan ibunya. Orang terdekat atau orang-orang dalam satu lingkungannya bisa sekali menjadi salah satu sumber informasi terpercaya.

Sebagai perempuan, tahap ini adalah tahap krusial, karena inilah momen dimana kita akan menentukan seorang pemimpin untuk kehidupan ini. Sang nahkoda penentu keselamatan semua yang menjadi muatan bahtera rumah tangga. Tanggung jawabnya tidak sebatas dunia tapi juga sampai akhirat.

Karena setelah menikah maka berpindahlah letak surga kita. Bakti utama . Maka mencintai dan men-setiainya sepanjang hayat adalah suatu keharusan. Yang paling sering menjadi ujian dalam memunculkan atau mempertahankan perasaan adalah ego. Selagi tidak terjadi pelanggaran syariat maka menggunakan logika dalam menghadapinya tidak dianjurkan.

jika memang harus ada yang disampaikan maka sampaikanlah dengan hati agar sampai pula kehatinya.

Memenangkan egonya = memenangkan hatinya.

Terakhir, laki-laki yang benar mencintaimu tidak akan membuatmu bingung atas  sikapnya.

Sebagai penutup, sesungguhnya nasehat ini bukan aku peroleh dari Ibu, melainkan nenek dan mbak. Qadarullah saat aku merasa membutuhkan sekali nasehat ini, Ibu sudah 'mendahului". Semoga Ibuku dan Ibu kita semua  selalu dalam rahmat Allah, aamiin

Sekian tulisan ini, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca^^

Next, nulis tentang apa lagi yaa hihi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kasih Udo dan Septari ❤

Program Hamil Tanpa Obat (?)