Kisah Kasih Udo dan Septari ❤
Sebelumnyaa..
Disclaimer : Aku dan Udo bukan orang yang 'alim .. terima kasih tidak menaruh ekspekstasi apapun yang berkaitan dengan keagamaan atas kami. Tapi melalui pernikahan ini insya Allah aku dan Udo berupaya terus menjadi lebih baik dari diri kami yang sebelumnya.
Masukk
Media sosial jadi jembatan pertama aku kenal Udo. Aku lupa persisnya kapan mulai mutual sama akun Udo. Tapi taksiranku hitungan tahun sebelum benar-benar kami saling mengenal. Long story short, September 2021, melihat profilku yang suka berbagi cerita dan Udo yang menyukai buku-buku, saat itu kami sepakat untuk membuat projek bersama juga dengan mbak Murni namanya. Sebelum memutuskan kerjasama, untuk jaga-jaga jadi aku stalking sosial media mbak Murni juga Udo, dan makjrenggg ternyata Udo adalah dosen ditempatku kuliah 😂 (tapi memang beda jurusan yaa). Disaat itulah aku baru mengetahui kalau ternyata mungkin aku dan Udo hampir setiap harinya ada di tempat yang sama xixi.
Lanjuttt, karena projek itu adalah salah satu hal yang aku
impikan dari lama, jadi aku
berusaha sangat profesional. Sayangnya, satu bulan dari pengerjaan kendala satu
dan lain hal terjadi, akhirnya projek itu belum kami teruskan.
Apakah aku masih berkomunikasi dengan Udo saat itu ? Yup
tidak sama sekali. Karna saat itu bagiku tidak ada projek maka tidak ada
komunikasi.
Januari 2022, aku iseng membuat cerita Instgram dengan latar lagu "melepas lajang" dari Arvian Dwi. Padahal saat itu sama sekali aku belum ada rencana menikah. Jangankan menikah, calonnyapun aku belum punya. Hanya saja bagiku lagu itu enak didengar juga vibesnya bahagia jadi aku menyukainya.
Aku yang sengaja mematikan notifikasi Instagram saat itu
(bahkan sampai sekarang) sama sekali engga tau kalau seseorang sudah membalas ceritaku sampai akhirnya aku kembali ke Instagram.
"Sudah mau menikah dek?"
Ternyata Udo mereply storyku sekaligus membuka kembali percakapan kami yang sudah cukup lama terputus. Sedikit obrolan di pesan Instagram itu berlanjut ke pesan Whatsapp. Aku dan Udo masih saling menyimpan nomor handphone sebab projek tahun lalu.
Singkatnya, dari pesan itu sampailah kami pada obrolan Udo
mengajakku berkenalan lebih jauh dan akupun meng-iyakan.
Tapi, sedari awal aku sudah mempertanyakan "apa tujuan
dari kenal mengenal ini ?"
Sebenarnya aku sangat malu mempertanyakan itu, tapi demi menjaga diri dan kewarasanku karena perasaan, mau tidak mau kutembus benteng rasa malu 😂
"Kalau memang dalam fase ini kita merasa klik dan
septari mau menerima kakak (masih manggil kakak saat itu) insya Allah tujuan
kita pernikahan (Btw sampai kami benar-benar menikah Udo engga ada nanya langsung apakah aku mau dinikahi. Langsung ngomong aja begitu.
Patut diacungi jempol keberaniannya. Lakik!)
tapi kalau dalam perjalanan ini terasa sulit, mungkin ceritanya akan
berbeda" jawab Udo.
Aku yang pada saat itu juga mulai menaruh ketertarikan sama Udo,
kembali melanjutkan pernyataan.
"Oke, tapi septari kasih batasan untuk hal ini cuma
sampai tiga bulan ya" selebihnya kalau tidak ada kejelasan, maaf septari
pasti cukupkan"
Dan karena baruuu aja permulaan jadi sebelum ngomong begitu aku udah ada rasa-rasa takut dibilang
sok cantik atau sok sok semisalnya
karena terkesan percaya diri
sekalii. Tapi yaaa lagi-lagi demi menjaga diri dan kewarasan hati
juga pikiran, mending begitu hajar hajar aja. Lagi pula laki-laki yang
bersungguh-sungguh justru akan "tertantang" bukan malah merasa
direndahkan (ini mbakku yang bilang).
Sampailah dibulan April. Waktu yang dijanjikan. Berselang
satu minggu setelah Udo memberi kabar kalau akan kerumah, tepatnya 23 Ramadhan Udo
beserta keluarga cukup besar datang meminang seorang Septari Dwi Aisyah ini.
Dan dua puluh satu hari kemudian, kita menikah🥰
Apakah aku dan Udo saat itu sudah saling mencintai ? Dengan
rentang waktu hanya 3 bulan dan komunikasi yang minim ? Jawabannya. Belum.
Kurang lebih satu tahun setelah menikah kami baru membuka obrolan
tentang bagaimana keadaan perasaan kami satu sama lain saat menikah. Dan
ternyata memang belum saling cinta. Tapi kalau suka, iya.
Lalu kenapa memutuskan menikah ?
Dari aku, karena sudah datang kepadaku laki-laki yang bapak ridhoi dia menjadi suamiku. Selain dasar feeling bapak, Udo juga menjaga kewajiban sholat 5 waktunya (bagi aku, ini sangat penting). Tau darimana aku hal ini ? Karena selama kurang lebih tiga bulan itu aku juga seperti investigasi hihi. Mencari tau tentang Udo dari orang-orang yang menurutku netral. Apalagi aku dan Udo dari "tempat yang sama" jadi engga sulit untuk cari informasi tentang Udo. Mulai dari dosen lainnya, atau sesama mahasiswa. Bahkan aku juga cari tau bagaimana Udo berinteraksi dengan security dan cleaning service di kampus. Terpenting, setelah semua informasi aku dapat, aku serahin semuanya ke Allah melalui istikharah, dan aku mendapat jawaban yang mengidikasikan-iya.
Kemudian kalau dari Udo kenapa memutuskan menikah, aku juga tidak tau
pasti kenapa Udo mau menikah dengan aku yang begini😂
Sekian...
Senang sekali rasanya ada teman-teman yang tetap menaruh atensi untuk kisah kasih ini padahal sudah hampir satu tahun setengah. Semoga ada nilai kebaikan yang bisa diambil yaa,
dan untuk segala kekurangan pada Allah kami mohon ampun, nastaghfirullah.
Sampai ketemu di tulisan selanjutnyaa...
terima kasihh
Komentar
Posting Komentar