Program Hamil Tanpa Obat (?)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sebelumnya ibu Ar mohon maaf ya kalau dalam penulisan ini nantinya akan banyak sekali kekurangan. Ibu Ar sedang menyesuaikan waktu menulis dengan waktu meng-asi-i  Abdurrahman yg usianya belum genap dua pekan ini. Allahumma baarik.


Langsung saja
Diawal pernikahan sebenarnya ibu Ar pernah mengkonsumsi asam folat, vit E  dan vit E saja untuk buya Ar sesuai saran dari Bidan Anggun sebagai ikhtiar promil. Tapi lebih kurang 6 bulan, Ibu Ar stop karena melihat buya Ar tidak mengkonsumsi sama sekali (red: merasa tidak adil, merasa berjuang sendiri😹). Oh iya 6 bulan itu juga engga rutin, karena kadang lupa, kadang juga males.
Maklum, sejalan dengan keinginan memiliki keturunan saat itu belum menggebu, khususnya ibu Ar, jadi saat itu menjalani pernikahan ngalir aja. Yaaa meskipun cukup banyak yang bertanya "kok belum ?", "belum isi ?", dan semacamnya. Bahkan Ibu Ar pernah waktu di pasar perutnya di elus oleh ibu-ibu sambil ngomong "belum ya ? Yang sabar ya" 😅. Padahal alhamdulillah saat itu tidak merasa beban sama sekali karena belum memiliki anak. Oh iya ini pov ibu Ar ya. Kalau mau tau pov perasaan buya Ar nanti kita di segment lain 😹

Pertengahan menjelang akhir thun 2023, ibu Ar sampai pada rasa ingin memiliki anak🤗

Ikhtiar yang dilakukan
Pertama. Bersama, ibu dan buya Ar mulai mengencangkan doa. Tidak ada doa khusus, hanya doa permohonan dalam bahasa sehari-hari.
Ibu Ar juga termotivasi dari kisah Nabi Zakaria yang memohon keturunan di usianya yg sudah menginjak 90 tahun, dan tetap Allah perkenankan. 

Kedua. Bersama, ibu dan buya Ar memperbanyak istighfar. Karena istighfar adalah solusi dari berbagai masalah. Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad).

Ketiga. Memeriksakan diri kepada ahli.
Waktu itu ibu Ar sedang berada di Garut, diantar oleh Amiya-nya (tante) Ar ke dokter obgyn. Alhamdulillah hasilnya bagus. Dan diminta kembali lagi bersama suami kalau mau program hamil. Dan karena Amiya Ar juga berprofesi sebagai dokter, disarankan ibu dan buya Ar melakukan analisis sperma.
Sepulang dari Garut, tepatnya tanggal 18 bulan November 2023, keluar hasil laboratorium, yang intinya hanya 5% dari keseluruhan sperma dinyatakan normal.

Keempat. Konsultasi hasil dengan dokter.
Dari laboratorium disarankan berkonsuktasi dengan dokter fertilitas, tapi karena ibu Ar ini kaum mendang mending, jadi ibu Ar konsultasi dengan Amiya Ar saja😹 Dokter Rina.

Kelima. Ubah pola hidup.
Amiya Ar bilang kurang lebih begini, "sebab paling sering keabnormalan sperma biasanya dari radiasi hp"
Jadi mulai saat itu, untuk meningkatkan kualitas sperma, yg dilakukan ;
. Sebisa mungkin tidak menaruh hp dikantong celana lagi. Juga dari video edukasi yg ibu Ar tonton, radiasi menjadi lebih besar saat hp terkoneksi dengan internet. Cmiiw🙏
. Ubah pola makan. Yg awalnya masih sering makan snack siap saji, mulai saat itu sangat jauh berkurang, alhamdulillah sampai sekarang. Dan mengupayakan selalu makan makanan sehat.
. Ubah pola tidur. Yang sebelumnya ibu dan buya Ar jarang sekali tidur dibawah jam 12 malam, saat itu mulai membangun kebiasaan minimal paling lambat jam 10 sudah siap" untuk tidur.
. Upayakan agar buya Ar tidak begitu cape.
Yaa meskipun terkesan cukup sulit, namanya juga kerja.. tp tetap diupayakan 🤗 misal dengan dipijat sebelum tidur. Walau engga tiap hari😹

Keenam. *maaf, saat bercampur, berhenti meniatkan agar "menjadi anak". Tp coba rubah dengan "ini adalah bentuk cinta diantara suami dan istri".

Ketujuh. Ibu Ar rasa ini adalah salah satu hal besar diantara yg lainnya.
Memantaskan diri untuk menjadi orang tua. Kalau amiya Ar bilang " bersikap dan berlakulah seolah anaknya sudah ada"
Kemudian memperbaiki hubungan dengan diri sendiri dan dengan pasangan. Saling ikhlas, saling memaafkan. Karena ibarat orang yg ingin menitipkan sesuatu ke rumah kita, kalau dia mendengar keributan dari dalam rumah, mungkin akan mengurungkan niat menitipkan sesuatu tadi. Karena khawatir tidak dijaga dan tidak terjaga.
Ibu dan buya Ar menyakini begitu juga dengan konsep rejeki.
Damailah, agar dipercaya.
Semua ini terus diupayakan konsisten.

Sampailah di awal bulan April 2024, ingattt sekali, dalam doa, ketulusan, keikhlasan dan kesadaran penuh, ibu Ar ini mengakui bahwa sedari tes lab itu ibu Ar sudah salah karena menggantungkan harapan pada ikhtiar-ikhtiar sebelumnya, padahal tempat bergantung, meminta, hanya kepada Allah.
*maaf (karena ini niatnya berbagi, jadi diceritakan) ibu Ar menangis memohon ampunan dan menyampaikan dengan lembut kepada Allah yg kurang lebih
"Ya Allah rasanya hamba ini sudah siap secara lahir dan batin jika Engkau sudah berkenan memberikan keturunan, tapi bila memang menurutMu hamba belum pantas, tidak mengapa insya Allah hamba menerima, ikhlas dan ridho. Mohon ampunilah hamba karena selama ini sudah mendikte Engkau. Duhai Engkau Raja dari segala raja, mohon perkenankanlah doaku".

16 April 2024. Ibu Ar sudah 45 hari pasca hari pertama menstruasi terakhir. Amiya Ar bilang, kalau mau tespek karena terlambat menstruasi, tespek di hari ke 45 terhitung dari hari pertama menstruasi terakhir.
Alhamdulillah, masya Allah la quwwata illa billah, garis dua🥰

Selama promil terhitung dari pemeriksaan lab, ibu dan buya Ar tidak mengkonsumsi obat-obatan guna program hamil sama sekali. Hanya berupaya konsisten dengan ikhtiar-ikhtiar yang sudah disebutkan.

Terakhir, ibu Ar - merasa, hadirnya Abdurrahman ini karena kasih sayang Allah melalui upaya jalur langit. Yg lain hanya pelengkap🤍

Sekian tulisan ini,
Ibu Abdurrahman berdoa, semoga Allah memperkenankan semua doa yang sudah dilangitkan oleh para pembaca. Aamiin🤍

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kasih Udo dan Septari ❤

Nasehat Ibu Tentang Laki-Laki